Kewirausahaan — Perkembangan dari Abad ke Abad

Sejarah perkembangan kewirausahaan bermula ketika manusia mulai mengenal konsep ekonomi dan berupaya memenuhi kebutuhan hidupnya. Adanya perbedaan faktor geografis dan keahlian membuat manusia melakukan kegiatan niaga (perdagangan) satu sama lain, yang kemudian menjadi cikal bakal munculnya konsep kewirausahaan.

Berdasarkan perkembangan dari abad ke abad, sejarah wirausaha dapat dijelaskan melalui beberapa periode berikut:

  1. Periode Awal Sejarah: Periode ini dimotori oleh Marcopolo dan melibatkan dua pihak, yakni pihak pasif dan aktif. Pihak pasif bertindak sebagai pemilik modal yang mengambil porsi keuntungan sangat besar, sedangkan pihak aktif adalah pihak yang menggunakan modal tersebut untuk berdagang (seperti mengelilingi lautan) dan menghadapi risiko fisik maupun sosial. Kewirausahaan — Perkembangan dari Abad ke Abad 20260429114034283.png

  2. Abad Pertengahan: Wirausahawan pada masa ini dilekatkan pada aktor dan seseorang yang mengatur proyek besar (misalnya di bidang arsitektural). Mereka tidak lagi berhadapan dengan risiko karena menggunakan sumber daya yang biasanya diberikan oleh pemerintah. Kewirausahaan — Perkembangan dari Abad ke Abad 20260429114034451.png

  3. Abad 17: Pada tahun 1755, Richard Cantillon memperkenalkan konsep wirausaha sebagai seorang pengambil risiko, yaitu mereka yang berani membeli pada harga tetap namun menjualnya pada harga yang tidak pasti. Di Belanda, istilah wirausaha dikenal sebagai Ondernemer, dan di Jerman disebut Unternehmer. Kewirausahaan — Perkembangan dari Abad ke Abad 20260429114034592.png

  4. Abad 18: Seorang wirausaha tidak lagi dilekatkan pada pemilik modal, melainkan pada orang-orang yang membutuhkan modal. Pada masa ini mulai dibedakan dengan jelas antara siapa pemilik modal dan siapa wirausahawan sebagai seorang penemu yang ingin mewujudkan inovasinya.

  5. Abad 19: Wirausaha didefinisikan sebagai seseorang yang mengorganisasikan dan mengatur perusahaan untuk meningkatkan pertambahan nilai personal. Praktik pada masa ini sangat menekankan karakteristik personal seperti keberanian mengambil risiko (risk taker), bersaing secara agresif, dan proaktif.

  6. Abad 20: Pada masa ini, inovasi dan teknologi berbasis digital melekat erat pada wirausaha. Terjadi pergeseran praktik di mana seorang wirausaha tidak hanya dituntut untuk berinovasi standar demi bertahan (sustaining innovation), tetapi juga harus mampu memanfaatkan teknologi sebagai basis untuk menciptakan inovasi yang mendisrupsi pasar (disruptive innovation).

Relasi dengan catatan lain