Kewirausahaan — Hubungan dengan Ilmu Ekonomi
Hubungan antara ilmu ekonomi dan kewirausahaan sangatlah erat, di mana kewirausahaan pada dasarnya merupakan cabang dari ilmu ekonomi itu sendiri. Bermula sejak awal mula manusia mengenal konsep ekonomi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, mulai dari kebutuhan primer, sekunder, hingga tersier. Karena manusia memiliki keterbatasan geografis dan keahlian, mereka tidak dapat memenuhi semua kebutuhannya sendiri sehingga muncullah kegiatan niaga atau perdagangan yang menjadi cikal bakal dari konsep kewirausahaan.
Dalam praktiknya, kewirausahaan sebagai disiplin ilmu adalah ilmu yang mengajarkan bagaimana seseorang dapat mandiri dalam memulai usaha untuk mencapai keuntungan sekaligus mengembangkan seluruh potensi ekonomi yang dimilikinya. Ilmu ekonomi melihat wirausaha sebagai pihak yang mengambil dan mengkombinasikan berbagai faktor produksi ekonomi—seperti sumber daya alam, tenaga kerja, dan material—untuk menghasilkan nilai tambah (added value) yang lebih tinggi.
Secara ringkas, alur hubungan tersebut dapat dijelaskan melalui rentetan berikut:
- Upaya Pemenuhan Kebutuhan Hidup: Secara alami, manusia selalu berupaya memenuhi tiga tingkatan kebutuhannya, mulai dari kebutuhan primer (kebutuhan pokok yang wajib dipenuhi seperti makanan dan pakaian), kebutuhan sekunder (kebutuhan pendukung yang fleksibel), hingga kebutuhan tersier (kebutuhan mewah yang berkaitan dengan kepuasan dan gengsi).
- Keterbatasan Geografis dan Keahlian: Pada kenyataannya, tidak semua manusia mampu memenuhi seluruh kebutuhannya secara mandiri karena adanya perbedaan faktor geografis serta keterbatasan keahlian yang dimiliki oleh masing-masing individu.
- Lahirnya Kegiatan Perniagaan: Untuk menyiasati keterbatasan tersebut, manusia mulai berinteraksi dan saling melakukan sesuatu untuk memenuhi kebutuhan manusia lainnya, sehingga kegiatan niaga atau perdagangan mulai dikenal.
- Terciptanya Konsep Kewirausahaan: Seiring berjalannya waktu, kegiatan niaga ini terus berkembang sehingga ilmu bisnis atau perniagaan mulai dapat dipelajari. Praktik perdagangan inilah yang pada akhirnya menjadi cikal bakal munculnya konsep kewirausahaan di masa yang lebih modern.